Ibu Nanny Hadi Tjahjanto : Lestarikan Senam Poco-Poco Sebagai Aset Budaya Bangsa

Rabu, 2 Mei 2018 16:44:05 - Oleh : admin - Dibaca : 200
Home »  Kegiatan Dharmapertiwi »  Ibu Nanny Hadi Tjahjanto : Lestarikan Senam Poco-Poco Sebagai Aset Budaya Bangsa
Ibu Nanny Hadi Tjahjanto : Lestarikan Senam Poco-Poco Sebagai Aset Budaya Bangsa

(Puspen TNI). Senam poco-poco sebagai salah satu kegiatan olahraga yang merupakan bagian kekayaan budaya bangsa Indonesia yang perlu dimasyarakatkan dan dilestarikan. Disamping itu senam poco-poco sangat berguna untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat.

Demikian sambutan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku Penasehat Khusus dalam Kepanitian Guiness World Record Senam Poco-Poco Nusantara Tahun 2018 yang dibacakan oleh Kolonel Inf Robert pada acara The 6th Jakarta Marketing Week 2018 di Mall Kota Kasablanca, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2018).

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih atas undangan untuk menyaksikan acara The 6th Jakarta Marketing Week 2018. Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk memberikan stimulus positif guna meningkatkan interaksi efektif dan produktif berbagai pihak yang saling berkaitan dalam dunia marketing. "Saya menyambut baik dilaksanakan kegiatan Jakarta Marketing Week karena dapat menghubungkan penggemar dan praktisi pemasaran baik dari kalangan artis, bisnis dan pemerintah," ucapnya.

Lebih lanjut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa bangsa Indonesia memiliki praktisi marketing yang kreatif dan handal serta mampu menembus pasar internasional. Produk-produk anak bangsa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dan ide-ide segar yang perlu diperkenalkan dan menggema di seluruh dunia. "Kita berharap potensi tersebut juga mendapat nilai tambah terlebih dahulu agar memiliki daya saing terhadapproduk-produk negara lain," katanya.

Pada kesempatan tersebut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengajak peserta dan segenap masyarakat Indonesia untuk mensukseskan pencapaian Guiness World Record Senam Poco-Poco Nusantara Tahun 2018. "Acara inidiikuti oleh 65.000 peserta dan digelar secara serentak di Jakarta, Palembang dan Manado serta beberapa kota lain pada 5 Agustus 2018. Ini merupakan salah satu upaya memperkenalkan aset olahraga tradisional dan senam asli Indonesia kepada dunia," ujarnya.

Baca "Kegiatan Dharmapertiwi" Lainnya

TOKOH PIMPINAN

Temukan Kami di Facebook

Follow Kami di Twitter